HOME







kursor

Minggu, 14 Oktober 2012

'' REDEFINISI GENDER DALAM STUDI ISLAM "

      Diskursus mengenai gender dalam studi islam oleh banyak cendekiawan belum menemui titik temu. Banyak sekali adagium-adagium yang berkembang dan dilontarkan oleh para ahli namun masih sangat jauh dari harapan untuk menyelesaikan diskursus ini. Study islam sebagai episentrum pusat diskursus ini sebenarnya memiliki banyak khazanah keilmuan klasik maupun moderen yang dibuktikan dengan magnum opus para ilmuan muslim .
 Sudah dulu yah..... Bersambung Pada postingan selanjutnya


                                                                              By : Z. Irfan Z.M

''KONSISTENSI DALAM SEGALA HAL''

         konsistensi (baca: istiqomah) merupakan sarat yang paling mendasar dalam mencapai tujuan apapun. untuk membangun sebuah konsistensi, maka diperlukan niat sungguh-sungguh yang direalisasikan dengan tindakan nyata (action) yang bersifat tetap (istilah jawa dikenal: jejeg). memanglah sangat berat untuk membangun konsistensi pada diri kita. sebegitu beratnya, sehingga seseorang jika sudah konsisten maka akan menuai hasilnya dengan maksimal. konsistensi sendiri ialah bagian dari semboyan al ajru bi qadritt'ab (balasan sesuai dengan kadar usahanya) sebagai syarat kesuksesan. belum percaya kalau konsisten itu sangat berat? perhatikan contoh berikut: seseorang mendirikan sholat sangatlah mudah. tapi yang berat, sholat terus menerus. belajar dengan giat sangat mudah. tapi yang berat, belajar dengan giat terus. kata "terus" pada contoh diatas bermakna pada keberharusan seseorang untuk dalam kondisi yang sama. sedangkan hati manusia sangatlah mudah goyah sesuai dengan kondisi yang dia alami. oleh karena itu, dalam berdo'a kita dituntun untuk memuji pada Allah sebagai muqallibal qulub (dzat yang membolak balikkan hati) supaya kita tetap konsisten (istikomah). Amin.

                                                                                                      By : Sa'dulloh Al Ashfy





Kamis, 26 Januari 2012

Definisi Shorof

Definisi Sharaf


   Sharaf atau dibaca Shorof adalah salah satu nama cabang Ilmu dalam pelajaran Bahasa Arab yang khusus membahas tentang perubahan bentuk kata (Bahasa Arab: kalimat). Perubahan bentuk kata ini dalam prakteknya disebut Tashrif. Oleh karena itu dinamakan Ilmu Sharaf (perubahan; berubah), karena Ilmu ini khusus mengenai pembahasan Tashrif (pengubahan; mengubah).

Kailani, 1

اِعْلَمْ، اَََنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ: التَّغْيِيْرُ، وَفِي الصَّنَاعَةِ: تَحْوِيْلُ اْلأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لاَ تَحْصُلُ اِلاَّ بِهَا.

Ketahuilah, bahwasanya yg dinamakan Tashrif menurut Bahasa adalah: pengubahan. Sedangakan menurut Istilah adalah: pengkonversian asal (bentuk) yang satu kepada contoh-contoh (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud, (yg mana) tidak akan berhasil tujuan makna tersebut kecuali dengan contoh-contoh bentuk yang berbeda-beda itu.
Keterangan:
Asal bentuk kalimat adalah Masdar, ini menurut pendapat Ulama Bashrah. Pendapat ini lebih banyak mendapat dukungan. Sedangkan menurut Ulama Kufah, asal bentuk kalimat adalah Fi’il Madhi.
Asal bentuk adalah Masdar, dikonversikan ke sampel-sampel yang lain misalnya: Fi’il Madhi, Fi’il Mudhari’, Fi’il Amar, Fi’il Nahi, Isim Fa’il, Isim Maf’ul, Isim Zaman, Isim Makan, Isim Alat, Isim Murrah, Isim Hai’ah, Isim Nau’, Isim Tafdhil, Shighat Mubalaghah dan lain-lain. Perubahan ke sampel-sampel tersebut, tujuannya untuk menghasilkan makna yang diinginkan, tanpa mengubah ke sampel-sampel  tersebut maka kita tidak akan berhasil mencapai kepada makna yang kita inginkan.
Contoh:
Asal kalimat adalah Masdar: ضَرْبٌ dibaca: Dharbun, bermakna: Pukulan.
Dirubah ke sampel Fi’il Madhi menjadi: ضَرَب dibaca: Dharaba, bermakna: Telah memukul.
Dirubah ke sampel Fi’il Mudhari’ menjadi: يَضْرِبُ dibaca: Yadhribu bermakna: Akan memukul.
Dirubah ke sampel Fi’il Amar menjadi:  اِضْرِبْ dibaca: Idhrib bermakna: Pukullah! Dan sebagainya.
Contoh tersebut di atas dikatakan Tashrif, yaitu pengubahan asal bentuk yang satu kepada sampel-sampel bentuk yang lain untuk menghasilkan makna yang dimaksud. Sekian pembahasan Tashrif menurut Bahasa dan Istilah.  ♥♥♥ Ibnu Toha